`500 Kasus Keracunan, ALAM BAKA Desak Audit Total MBG Lampung ke BGN`

JAKARTA, 10 AGUSTUS 2026 – Aliansi Lampung Bersatu Awasi Kebijakan dan Anggaran (ALAM BAKA) menggelar aksi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka mendesak audit menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung.
Koordinator Aksi ALAM BAKA, Nopiyanto, mengatakan pihaknya tidak menolak program MBG. Namun ia menekankan program dengan anggaran besar itu harus diukur dari dampaknya, bukan hanya jumlah distribusi.
”Yang kami persoalkan adalah bagaimana program ini dilaksanakan, diawasi, diukur keberhasilannya, dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujar Nopiyanto.
ALAM BAKA menyoroti sejumlah kasus di Lampung. Di Lampung Utara, dapur MBG SPPG Dorowati sempat lumpuh karena kepala SPPG diduga mangkir dan meminta imbalan di luar haknya. Akibatnya ribuan penerima manfaat tidak mendapat pasokan makanan.
Di SPPG Sindang Agung juga muncul dugaan pungutan liar berupa pemotongan upah pekerja dan pemberhentian sepihak tanpa prosedur.
Kasus paling serius disampaikan DPRD Provinsi Lampung. Komisi I DPRD telah memanggil Satgas MBG setelah menerima laporan lebih dari 500 kasus keracunan siswa penerima manfaat. Ketua Komisi I, *Garinca Reza Fahlevi*, menyebut jumlah itu layak dikategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB).
Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, mengakui pengawasan masih menjadi pekerjaan rumah. Ia menyebut masih ada menu asal-asalan, persoalan limbah, hingga minimnya SPPG yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Selain itu, ratusan dapur SPPG di wilayah 3T Lampung juga masih mangkrak pembangunannya.
5 Tuntutan ALAM BAKA
1. Audit menyeluruh pelaksanaan MBG Lampung
2. Evaluasi terbuka kinerja Satgas MBG di semua tingkatan
3. Transparansi data pengadaan yang bisa diakses publik
4. Pelibatan UMKM lokal Lampung dalam rantai pasok
5. Penghitungan makanan yang benar-benar dikonsumsi, bukan hanya dikirim
”Jangan sampai pemerintah hanya menghitung anggaran sudah terserap. Yang kami ingin dengar adalah anak-anak benar-benar lebih sehat,” tegas Nopiyanto.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Gizi Nasional dan Satgas MBG Provinsi Lampung belum memberikan tanggapan resmi. (Red)